Senin, 24 November 2008

Guru SMPN 8 Lubuklinggau Juara MTQ Tingkat Provinsi

LUBUKLINGGAU-Guru asal kota Lubuklinggau patut diacungi jempol, karena selain pandai mengajar juga mampu mengaji. Hal itu dibuktikan Deska Bernitasari, guru SMPN 8 Lubuklinggau, yang berhasil meraih juara II pada Musabako Tilawatil Qur’an (MTQ) antar guru se-provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan itu digelar Rabu hingga Kamis (19-20/11) di Masjid Dinas Pendidikan provinsi Sumsel di kota Palembang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau Drs Jufri Effendi, MM melalui Kasubbid Kurikulum Pendidikan (Dikdas), Samsumar, SPd kepada koran ini di kantornya, Senin (24/11).

Menurut Samsumar, kota Lubuklinggau mengutus dua guru untuk memeriahkan Hari Guru Nasional (HGN) ke-13 tahun 2008, yakni H Kamaluddin, SPd dan Deska Bernitasari. “Namun yang berhasil meraih juara adalah Deska.”(04)
Warga Nikan Respon Himbauan Kadinkes
*Bersihkan Lingkungan

LUBUKLINGGAU-Himbauan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Lubuklinggau, Hj Desilina Tjaya, SKM Mkes agar selalu menjaga kebersihan lingkungan direspon warga kelurahan Nikan Jaya, kecamatan Lubuklinggau Timur I. Terbukti, Minggu (23/11), mereka melakukan gotong-royong membersihkan tumpukan sampah yang selama ini sempat menutupi salah satu badan jalan yang ada di kelurahan tersebut.

“Sebenarnya kami sering menggelar gotong-royong semacam ini. Gotong-royong kali ini berbeda dari sebelumnya. Biasanya kami membersikan rumput di jalan masuk komplek sekitar pekarangan rumah masing-masing dan juga di sekitar lapangan. Tapi kali ini kami membersihkan tumpukan sampah menutupi salah satu badan jalan akses menuju komplek. Kami membersihkan tumpukan sampah itu setelah membaca himbauan Kadinkes, agar warga selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit,” kata M Isa, Anggota DPRD kota Lubuklinggau kepada koran ini, Minggu (234/11), ditengah kesibukanya gotong-royong bersama warga.

Isa menambahkan, musim hujan seperti saat ini harus mewaspadai penyakit demam berdarah seperti dihimbau oleh Kadiskes. Isa mengaku, untuk membersihkan tumpukan sampah di jalan pihaknya meminjam alat berat milik PT Takabaya. “Secara kebetulan perusahan itu sedang membangun jalan di sini (kelurahan Nikan Jaya-red),” ujarnya.

Lurah Nikan Jaya, M Ikbal, SSTP menambahkan, selain gotong-royong kebersihan warga juga mulai melakukan penghijauan di sekitar komplek. Bibit pohon dari Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan (DTPPK). “Ada 100 bibit yang kami tamam terdiri dari berbagai jenis pohon seperti mahoni dan lain-lain,” tukasnya. (04)
Dikdas Siapkan Soal UUB

LUBUKLINGGAU-Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau dalam hal ini Bidang Pendididkan Dasar (Dikdas) siap menggelar Ujian Umum Bersama (UUB) yang akan digelar 1 hingga 3 Desember nanti.

“Panitia penulis naskah soal UUB SD/MI semester ganjil tahun pembelajaran 2008-2009 sudah selesai membuat soal dan soal siap didistribusikan ke sekolah” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau Drs Jufri Effendi, MM melalui Kasubbid Kurikulum Pendidikan (Dikdas), Samsumar, SPd kepada koran ini di kantornya, Senin (24/11).

Samsumar menyebutkan jadwal UUB, Senin (1/12) bahasa Indonesia dan pendidikan kewarganegaraan (PKn). Lalu Selasa (2/12) IPA dan IPS, selanjutnya Rabu (3/12) matematika dan pendidikan agama Islam (PAI). “Pada UUB 6 mata pelajaran yang diujikan,” jelasnya.

Masih kata Samsumar, 4 hingga 5 Desember dilanjutkan ujian sekolah, yakni untuk mata pelajaran muatan lokal (Mulok), pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) serta seni budaya dan keterampilan.(04)
Sertifikasi Guru Kuota 2008 Lulus 132 Orang
*Tunjangan Profesi Dibayar Rapel

LUBUKLINGGAU-Kabar gembira bagi 132 guru dibawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau, yang mengikuti program sertifikasi kuota 2008. Mengapa? Sebab mereka dinyatakan lulus dan tidak lama lagi akan menerima rapel tunjangan profesi

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau, Drs H Jufri Effendi, MM melalui tim sertifikasi Disdik kota Lubuklinggau, Drs Rudi Erwandi, MPd kepada koran ini, Senin (24/11).

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, dari 132 guru yang lulus sertifikasi, 17 orang menerima tunjangan terhitung April 2008 dan 115 orang dibayar terhitung Juli 2008. Ketentuan itu berdasarkan surat keputusan (SK) Direktur Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tanaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen PMPTK Depdiknas) No. 10037.1161/F/SK/2008 dan 10067.1161/F/SK/2008, tentang guru penerima tunjangan profesi pendidik kota Lubuklinggau.

“Mereka akan mendapat tunjangan profesi pendidik setiap bulan, besarnya setara dengan satu kali gaji pokok. Sesuai dengan undang-undang (UU) No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Mentri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No. 18 tahun 2007, tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan jo peraturan Mendiknas No. 11 tahun 2008, tentang Perubahan Peraturan Mendiknas No. 18 tahun 2007 dan peraturan Mendiknas No. 36 tahun 2007 tentang Penyaluran Tunjangan Profesi Bagi Guru,” jelasnya. (04)

Kamis, 20 November 2008

PB IKA LKS dan Dispora Mura Menggelar Diklat LKS
*Diikuti Siswa Utusan dari 20 Sekolah

MUSI RAWAS-Pengurus Persama Ikatan Keluarga Alumni Latihan Kepemimpinan Siswa (PB IKA LKS) bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) kabupaten Musi Rawas (Mura) menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat), LKS Angkatan VI se-kabupaten Mura. Kegiatan berlangsung tiga hari, Kamis (20/11) hingga Sabtu (23/11), dipusatkan di Hotel Karya Dempo terletak di jalan Garuda Putih kota Lubuklinggau.

Ketua panita pelaksana, Lumatar Wahyudi, mengucapkan terima kasih kepada Dispora dan semua pihak yang telah membantu sehingga Diklat LKS angkatan VI dapat terlaksana. Dia menambahkan kegiatan itu dikuti 45 peserta utusan dari 20 SMA/SMK dan MA negeri dan swasta yang ada di kabupaten Mura. “Saya mengharapkan kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik, “ harapnya.

Selama Diklat, peserta mendapat bimbingan dari nara sumber seperti Dispora dan komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Adapun materi pada hari Kamis (20/11) dimulai dari, arah kebijakan pembangunan Pemkab Mura, guna tercapainya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mura dan peran serta pemuda khususnya pelajar dalam menyukseskan program tersebut. Peranan pemerintah melalui Dispora dalam membangkitkan kreatifitas pemuda. Kemudian Osis sebagai langkah awal, siswa belajar berorganisasi, dan pengenalan kampus.

Berikutnya Jumat (21/11), Pemberdayaan pemuda, yaitu yang pertama peran serta pemerintah guna membantu eksistensi organisasi pemuda yang ada di kabupaten Mura; kedua peran serta pelajar dalam memajukan pariwisata yang ada di kabupaten Mura; ketiga Dewan pimpinan Daerah (DPD) KNPI kabupaten Mura, sebagai tempat berhimpun organisasi pemuda yang ada di kabupaten Mura dan perananya; dan keempat leadership dan management organisasi.

Materi pertama Sabtu (22/11) Outtting. Dilanjutkan sejarah PB IKA LKS kabupaten Mura dan pemahaman terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) serta pimpinan organisasi LKS. Bingkai keluarga didalam IKA LKS. Sedangkan materi hari terakhir Minggu (23/11) tatacara berdiskusi dan teknik memimpin sidang dalam rapat dan teknik pembuatan proposal dan laporan kegiatan.

“Selama mengikuti Diklat peserta menginap di Hotel Karya Dempo,” demikian kata Lumatar Wahyudi.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Bupati Mura, H Ridwan Mukti yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Kadispora), Drs H Saari Zahri. Kata sambutan tertulis yang dibaca Saari mengatakan, banyak hal dapat diungkapkan jika berbicara tentang orang-orang muda, generasi penerus bangsa. Mulai dari potensi, energi, semangat, cita-cita, minat, bakat dan pandangan-pandangannya tentang berbagai permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Dari sekian hal yang menarik dari orang-orang muda yang paling menarik untuk diketahui adalah bagaimana pemuda seperti saudara-saudara, memandang dan menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi dibidang sosial budaya, politik dan kepemimpinan, baik pada skala lokal maupun nasional.

Saari melanjutkan, mengetahui pandangan generasi muda menjadi sangat penting karena pandangan akan mempengaruhi sikap, yang selanjutnya akan menunjukan kecenderungannya dalam bertindak. Pandangan positif dan optimis, dan selanjutnya akan memunculkan perilaku atau tindakan yang positif pula, demikian sebaliknya.

Kondisi kejiwaan pemuda, terutama yang berada dalam kelompok usia remaja, sebagian besar masih dalam kondisi yang labil, lebih mudah terpengaruh yang datang dari luar. Untuk menangkal prilaku buruk pemuda perlu diselenggarakan forum-forum yang kiranya dapat menguatkan pandangan dan sikap positif kaum remaja, agar tidak mudah goyah terhadap pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan, dan tempat tinggal serta tayangan televisi yang tidak mendidik.

Pemkab Mura menyatakan apresiasi positif kepada IKA LKS dan semua pihak yang menyelenggarakan Diklat LKS. “Kalian harus tetap optimis,” demikian Saari.

Kemudain Kadispora memukul gong sebagai tanda pembukaan Diklat LKS. Lalu Saari mengenakan tanda peserta kepada perwakilan peserta. (04)
KKP Berhasil Membuat Mie dari Labu Kuning
*Uji Kesukaan Pangan

MUSI RAWAS-Kantor Ketahan Pangan (KKP) kabupaten Musi Rawas (Mura) bekerjasama dengan Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengadakan uji kesukaan pangan, di desa Air Satan kabupaten Mura, Selasa (18/11) lalu.

“Uji Kesukaan pangan sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan pengembangan pangan lokal sesuai surat Kepala Badan Ketahanan Pangan (KBKP) propinsi Sumsel, No. 521/Ban-Ketpang-262/1008, 23 Oktober 2008,” kata Ir Prima Dina Surya Rozak, Kepala Kantor Ketahanan Pangan kabupaten Mura, melalui press realise-nya, Kamis(20/11).

Selain itu lanjut Prima, untuk merespon isu strategis 2009 Kantor Ketahanan Pangan kabupaten Mura, diantaranya belum meratanya ketersedian dan distribusi pangan antar waktu dan antar wilayah. Kemudian belum optimalnya pengendalian cadangan pangan daerah. Masih perlu penanganan daerah rawan pangan. Masih kurangnya penerapan kajian pangan dan belum beragamnya pola konsumsi pangan bergizi dan berimbang sesuai dengan Pola Pangan Harapan (PPH).

Masih dalam proses realisi tadi, peserta uji kesukaan pangan itu diikuti kelompok pangan olahan perempuan tani mandiri dan anggota TP PKK desa Air Satan yang diketuai Ny Ratmi Sulvianti, SAg serta dihadiri Kepala Desa Air Satan Ghufron. Dan Ketua PKMT Unsri, Dr Ir Elmeizy Arofah MSi. Menurut Prima uji kesukaan pangan kali ini pihaknya melakukan pembuatan mie terbuat dari labu kuning, kemudian disebut ‘mi laku’.

Lalu Prima menyebutkan cara membuatanya, pertama labu kuning dibersihkan. Setelah bersih dikukus dengan kulit (tanpa dikupas). Setelah matang kupas kulitnya, kemudian diperas menggunakan kain blacu lalu dihaluskan. Langkah selanjutnya 210 gram labu halus dicampur dengan 390 gram tepung terigu (sebagai adonan dasar). Satu butir telur bebek ditambah 1 sendok galam halus, satu sendok air dan 1 sendok minyak sayur diaduk rata, kemudian bahan ini disebut (bahan campuran). Berikutnya bahan capuran dimasukan ke dalam adonan dasar, aduk hingga rata.

Adonan tadi dipipiskan menggunakan alat ekstruder hingga ketebalan 1-2 Milimeter (jadi lembaran mie). Lembaran mie dicetak menggunakan alat pemotong mie. “Agar mie tidak menyatu tambahkan sedikit tepung terigu sambil diratakan. Berikut siapkan air mendidih yang diberi 1 sendok minyak sayur untuk merebus mie selama 5 menit dan tiriskan lalu segera diberi minyak sayur. Mie siap disajikan, bisa untuk mie bakso, rujak mie dan lain-lain,” kata pria kelahiran Palembang, 16 Mei 1958 itu.(04)
Musim Hujan Waspadai DBD
*Cegah Dengan 3 M Plus

LUBUKLINGGAU-Penyakit yang harus diwaspadai pada musim hujan seperti saat ini adalah Malaria dan Demam Berdarah(DBD). Karena di musim hujan seperti sekarang ini, banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD).

“Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk perlu menerapkan pola hidup bersih dengan membersikan pekarang rumah dan lakukan 3 M plus. Yakni, mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Kemudian menguras bak mandi minimal satu minggu sekali. Menutup tempat penampungan air agar tidak ada kesempatan bagi nyamuk untuk bersarang. Sedangkan plusnya yaitu menabur bubuk Abate,” demikian kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) kota Lubuklinggau, Hj Desilina Tjaya, SKM Mkes kepada koran ini melalui ponselnya, Kamis (20/11).

Menurut Desilina Tjaya, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Dan untuk diketahui sebenarnya sehat itu mahal. Lalu Kadiskes menjelaskan, agar tidak terlambat masyarakat harus mengenali gejala atau ciri-ciri DBD. Gejala demam bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2-7 hari. Demam pada penderita DBD biasanya suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).

"Secara umum kalau demam tidak sembuh dalam waktu dua hari, segera ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” imbuhnya. (04)
Tim BPKP Audit Seluruh Madrasah Pengunaan BOS

MUSI RAWAS-Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPK) kantor cabang propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang berkedudukan di kota Palembang, Kamis (20/11), melakukan sosialisasi penggunaan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) bagi madrasah dalam naungan Departemen Agama kabupaten Musi Rawas (Depag Mura). Kegitan itu dipusatkan di Aula Depag Mura, di jalan Depati Said kota Lubuklinggau, Kamis (20/11).

Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Mapenda), Habibullah Angkasa, MAg mengatakan, kegiatan itu diikuti seluruh kepala MI dan MTs yang menerima BOS. Dan kepala MA yang menerima bantuan dana dari pemerintah pusat. “Sosialisasi ini mengupas tentang penggunaan dana pembangunan gedung madrasah. Bertujuan untuk memperbaiki kinerja dan akuntabilitas pengunaan dana,” bebernya.

Selain sosialisasi, lanjut Habibulah, tim BPKP juga mengaudit pembukuan penggunaan dana madrasah tahun 2007. “Kalau terdapat kesalahan dalam pembukuan dapat langsung diarahkan tim BPKP, dengan begitu pengguna dana lebih mudah memahami. Kegiatan ini sifatnya pembinaan saja,” jelasnya.

Ditambahkan Habibullah, tidak itu saja tim BPKP juga akan turun ke lapangan, guna mengunjungi madrasah pengguna dana BOS, untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan.

Dikemukakannya, penggunaan dana BOS untuk tahun 2007 sudah terserap 100 persen. “Untuk tahun 2008 ini masih dalam proses pembuatan laporan akhir,” pungkasnya.

Selasa, 18 November 2008

Uji Sampel Makanan Penyebab Keracunan Belum Jelas
*Di SMAN 3


LUBUKLINGGAU-Masih ingat kejadian 24 siswa dan seorang guru SMAN 3 Lubuklinggau, keracunan setelah menyantap makanan di kantin sekolah, Senin (3/11) lalu? terkait kejadian itu Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, mengaku bertindak cepat dengan mengambil sampel makanan yang sempat dimakan siswa waktu itu, selanjutnya dibawa ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang.


Namun hingga, Selasa (18/11) belum ada hasil dari uji sample makanan tersebut. Kadinkes Kota Lubuklinggau,Hj Desilina Tjaya SKM MKes dihubungi koran ini Selasa (18/11) mengakui hal itu. "Kami belum menerima hasilnya sehingga belum bisa disimpulkan apa yang menyebabkan siswa keracunan. Nanti akan saya tanyakan lagi dengan bagian yang menangani soal itu," janjinya.

sekedar mengiatkan kejadian itu terjadi bermula beberapa siswa sarapan di kantin sekolah, sekitar pukul 7.15 WIB atau sebelum upacara bendera, Senin (3/11). Siswa itu menyantap nasi gemuk (nasi uduk), dicampur mie dan kerupuk merah. Setelah beberapa jam kemudian anak-anak mulai terasa mual dan muntah-muntah. Melihat kejadian itu, para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Petanang. Setelah dirawat selama beberapa jam, kondisi siswa mulai membaik selanjutnya diperbolehkan pulang oleh pihak Puskesmas. Dengan dipasilitasi pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau, alhasil persoalan itu diselesaikan secara kekelurgaan karena pemilik kantin bertanggungjawab atas biaya yang ditimbulkan dari kejadian itu. Sedangkan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, menindaklajutinya dengan mengambil sampel makanan yang sempat dimakan siswa tadi ke BPOM di Palembang. (04)
Pasang fotonya…

SUMBANGAN-Anggota Apresiasi Seni SMAN Tugumulyo, kabupaten Mura, berfoto bersama dengan anak panti asuhan setelah menyerahkan sumbangan. Foto ist


Endriko: Ngamen Syarat Menjadi Anggota Sanggar Seni


TUGUMULYO-Sargar seni SMAN Tugumulyo, kabupaten Musi Rawas (Mura) punya cara unik dalam merekrut anggota baru, yakni setiap calon anggota wajib mengikuti Diklat ngamen di tempat-tempat umum sedangkan uang hasil dari ngamen disumbangkan kepada kaum duafa.

“Diklat itu wajib diikuti anggota baru dan sebagai bentuk uji mental. Minggu (15/11), lalu kami mengadakan Diklat tersebut di sekitar Simpang Periuk Lubuklinggau dengan memasuki sejumlah toko dan angkutan umum yang singgah di loket BUS. Ada 34 orang calon anggota yang mengikuti kegiatan itu,” kata Endriko anggota sanggar seni SMAN Tugumulyo kepada koran ini, Selasa (17/11).

Dia melajutkan, dari ngamen tadi peserta Diklat mampu mengumpulkan uang Rp 180 ribu. “Uangnya disumbangkan ke Panti Jompo di desa C Nawangsasi, kecamatan Tugumulyo,” jelasnya. (04)
Jumlah Pemustaka Terus Bertambah
*Sejak Menempati Eks Kantor Bappeda

LUBUKLINGGAU-Jumlah pengunjung Perpustakan kota Lubuklinggau terus mengalami peningkatan. Hal itu dapat dibuktikan dari total pemustaka (pengunjung-red) dari 2005 jumlah pemustaka hanya 3500 orang, 2006 mencapai 4000 orang, dan 2007 sampai 4500 orang. Sedangkan Januari hingga September 2008 jumlah pengunjung sudah mencapai angka 4448 orang.

Demikian diungkapkan staf perpustakaan kota Lubuklinggau, Sri Mulyani kepada koran ini di kantornya, Selasa (18/11).

Menurut Sri, peningkatan jumlah pemustaka terjadi sejak menempati gedung baru di eks kantor Bappeda kota Lubuklinggau di Jalan Garuda Hitam, tepatnya di samping Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau. “Sejak kami pindah ke sini (eks kantor Bappeda-red) jumlah pemustaka terus bertambah, mungkin mereka lebih mudah untuk datang ke sini karena letaknya strategis,” kata Sri.

Ditambahkanya, pemustaka kebanyakan dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, di antaranya ibu-bu rumah tangga. Kemudian staf bagian pelayanaan ini menyebutkan perpustakaan umum kota Lubuklinggau sekarang sudah memiliki koleksi 45 ribu judul buku.

Sedangkan total buku dari semua jenis buku ada 15 ribu eksemplar. Kemudian Sri, mengharapkan peran aktif masyarakat terutama bagi pemustaka agar berperan aktif untuk menyampaikan kritik dan saran termasuk usulan mengenai judul buku yang diinginkan. “Sehingga saat ada program penambahan buku kami bisa mengadakanya. Terkait soal saran yang dapat disampaikan secara tertulis, kemudian dimasukan ke dalam kotak saran,” harapnya.

Sri melajutkan, pihaknya berharap perpustakaan ini dapat berkembang pesat baik dari segi sarana maupun prasarana. “Sebenarnya perpustakaan ini belum begitu lengkap dari segi fasilitas ruangan. Boleh dibilang perpustakaan ini kekurangan ruangan seperti ruang tempat anak bermain,” pungkasnya.(04)
Disdik Adakan Pelatihan Manajemen Sekolah
*Bagi Kepala Sekolah Negeri dan Swasta

LUBUKLINGGAU-Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah tingkat SMP, SMA/SMK dan MA baik negeri maupun swasta mengikuti pelatihan manajemen sekolah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) kota Lubuklinggau. Kegiatan digelar selama tiga hari (18-20/11) bertempat di Ball Room Hotel Hazmas Taba Lubuklinggau.

“Pelatihan ini mengikuti 73 orang peserta. Jumlah tersebut melampaui target yang diperkirakan panitia sekitar 60 peserta. Ternyata pelatihan ini sangat diminati,” kata Kasubbid Kurikulum Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau, AM Irianto, SPd, ketua panitia pelaksana.


Menurut Kasubbid Kurikulum Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) kota Lubuklinggau, tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan kompetensi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Sedangkan materinya diawali tentang kebijakan umum Disdik. Kemudian tentang rencana pengembangan program sekolah (RPPS), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan persiapan bahan ajar (PBA).

Sedangkan materi pada hari ini, Rabu (19/11), terdiri dari manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS), sertifikasi guru, akreditasi sekolah dan adminitrasi bimbingan konseling. “Lalu besok, Jumat (20/11), evaluasi pendidikan, administrasi sekolah dan administrasi keuangan,” paparnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadisdik kota Lubuklinggau, Drs H Jufri Effendi, MM yang diwakili oleh Kabbid Dikmeti, Drs H Abdullah, SH MPd. Diawal sambutan tertulis yang dibacakan Abdullah, mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan pelatihan manajemen sekolah dan kepada para peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. “Kegiatan ini salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota Lubuklinggau,” ujarnya.

Ditambahkan Abdullah, salah satu kebijakan pemerintah dalam pembangunan sektor pendidikan adalah peningkatan mutu, relevansi dan daya saing. Sehubungan dengan kebijakan itu, kepala sekolah, dewan guru dan stake holder pendidikan harus selalu meningkatkan kemampuan manajerial. Dengan demikian, diharapkan mampu untuk mengelola satuan pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurut Abdullah, kepala sekolah yang profesional adalah kepala sekolah yang memiliki wawasan kependidikan yang luas dan menguasai kompetensi manajemen sekolah, antara lain mampu menyusun perencanaan sekolah, mengelolah administrasi kelembagaan sekolah, mengelolah tenaga kependidikan, kesiswaan serta memiliki kemampuan melaksanakan supervisi dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sehingga target pencapaian kurikulum dapat dipantau secara maksimal. Disamping kompetensi tersebut masih bayak lagi keterampilan manajerial kepala sekolah yang harus dikuasai.

Diharapkan dengan pelatihan ini, dapat menambah dan meningkatkan wawasan dan kemampuan kepala sekolah dan dewan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. “Kami mengharapkan seluruh peserta pelatihan ini dapat berperan aktif dan berbagi pengalaman antar sesama sehingga ada kesamaan persepsi dalam mengelolah lembaga pendidikan,” harapnya.(04)

Minggu, 09 November 2008

Besok UN Program Kesetaraan
*Diikuti 500 Peserta



LUBUKLINGGAU-Ujian Nasional (UN) program kesetaraan priode kedua tahun pelajaran 2007/2008 besok (Selasa, 11/11) dimulai. Untuk paket C periode 11-14 November. Sedangkan paket B dan A akan dihelat 18-20 November 2008. Tercatat sebanyak 500 peserta akan mengikuti UN itu, dengan rincian Paket A setara SD 16 orang, Paket B setara SMP 167 orang, Paket C setara SMA 317. Masing-masing terdaftar dienam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKB) yang ada di Kota Lubuklinggau, demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Drs H Jufria Effendi MM, melalui Kabid PLS, Rusli Spd, di kantornya Sabtu (8/11).

Rusli melanjutkan, di PKBM Sekantenan Paket B (34 peserta), Paket C (93 orang). Kemudian PKBM Sumber Ilmu, Paket A (10 orang), Paket B (59 orang) dan Paket C (135 orang). PKBM Bukit Sulap Mafaza Paket A (6 orang), Paket B (26 orang) dan Paket C (66 orang). PKBM Barokah, Paket B (7 orang) dan Paket C (13 orang) , PKBM Djati Wangi Paket B (9 orang) dan Paket C (10 orang) . Sedangkan PKBM Kara hanya menyelegarakan Paket B (32 peserta).

“Untuk UN priode kedua ini yang tidak menyelenggarakan Paket A PKBM Sekantenan, PKBM Baroka dan Djati Wangi,” jelas Rusli.

Terpisah, Ketua PKBM Sekantenan Kota Lubuklinggau, Darmen Jamarin SPd mengaku siap menyelenggarakan UN program kesetaraan.


Kesiapan itu lanjut, Darmen tidak hanya sebatas ucapan saja. Jauh sebelum UN digelar pihaknya sudah membuat strategi belajar dengan menggunakan sistem kerja kelompok. “Dan menggelar kegiatan try out (TO) sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan warga belajar menghadapi UN tersebut,” ujarnya.


Darmen melanjutkan, UN paket PKBM Sekantenan digelar di SMPN 9 Lubuklinggau.

Untuk diketahui, kata Darmen, PKBM Sekantenan telah mengeluarkan warga belajar sebanyak lima periode sejak tahun 2005. “Artinya, kami sudah ikut membantu pemerintah daerah dalam perkembangan dunia pendidikan di Kota Lubuklinggau. Bahkan lulusan PKBM Sekantenan banyak yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan ada yang sudah PNS,” ujar pria yang mempunyai slogan “Sekali Layar Terkembang Pantang Surut ke Belakang.” (04)



Berikut jadwal UN Program Kesetaraan
------------------------------------
A. Paket C Setara SMA (IPS),
* Selasa (11/11) PPKn dan Bahasa Inggris
* Rabu (12/11) Sosiologi dan Geografi
* Kamis (13/11) Bahasa Indonesia dan Ekonomi
*Jum’at (14/11) Matematika
B. Paket C Setara SMA (IPA)
* Selasa (11/11) PPKn dan Bahasa Inggris
* Rabu (12/11) Biologi dan Kimia
* Kamis (13/11) Bahasa Indonesia dan Fisika
* Jum’at (14/11) Matematika

C. Paket B Setara SMP
* Selasa (18/11) PPKn dan Matematika
* Rabu (19/11) IPS dan Bahasa Indonesia
* Kamis(20/11) Bahasa Inggris dan IPA

D. Paket A Setara SD
* Selasa (18/11) PPKn dan IPA
* Rabu (19/11) IPS dan Bahasa Indonesia
* Kamis(20/11) Matematika
-----------------
NB. 1. Waktu dimulai pukul 13.30-17.30
Dipendik Turunkan Tim Penilaian Ke SMA Azhariyah


LUBUKLINGGAU-Dijadwalkan hari ini (Senin, 10/11) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Lubuklinggau turunkan tim untuk melakukan penilaian SMA Azhariyah dalam rangka proses izin oprasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Drs H Jufri Effendi MM, melalui Kabid Dikmeti, Drs H Abdullah Makcik SH MPd mengatakan kepada Koran ini Sabtu (8/11). Beberapa hari lalu Kepala SMA Azhariyah H Indra Rozal SPdI, mengajukan permohonan untuk dinilai terkait proses izin oprasional. “Kita akan turun ke lapangan dan ingin melihat langsung proses belajar mengajar sekaligus mengenai buku yang dipakai, apakah sesuai dengan yang ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), termasuk mengenai kurikulum,” jelas Abdullah.


Abdullah melanjutkan, secara umum penilaian yang akan dilihat setidaknya mengarah kepada kriteria Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. “Diantaranya memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar tehnis yang telah ditetapkan secara nasional dan memiliki tanaga kependidikan non guru yang melaksanakan tugas adminitrasi serta kegiatan non mengajar lainnya,” demikian Abdullah. (04)
Hari ini 39 Guru Terima Rapel Tunjangan Profesi
*Dibayar ke Rekening Masing-masing

LUBUKLINGGAU-Kabar gembira bagi 39 guru bersertifikasi di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Lubuklinggau, direncanakan hari ini Senin (10/11) Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Pendidikan (Dijen PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional Depdiknas-RI mencairkan dana tunjangan profesi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Lubuklinggau, Drs H Jufri Effendi MM, melalui Satker Sertifikasi guru, Drs Rudi Erwandi MPd, membenarkan hal itu, saat dikonfirmasi Koran di kantornya, Sabtu (8/11).

Hari ini uang tersebut bisa dilihat direkening masing-masing. “Uang itu ditransper ke rekening pribadi guru yang bersangkutan. Jadi, bagi guru yang merasa diantara 39 guru bersetifikasi silakan cek direkening,” ujarnya.


Lebih lanjut Rudi menjelaskan, tunjangan yang dibayar terhitung mulai April 2008 hingga Juni 2008. Jadi, pada tahap awal ini baru menerima rapel 3 bulan. (04)

Rabu, 05 November 2008

Terdapat 100 Anak Terlantar Musiman


LUBUKLINGGAU-Berdasarkan catatan Dinas Sosial di Lubuklinggau ada sekitar 100 anak terlantar. Mereka sulit dibina, karena rata-rata bukan warga asli Lubuklinggau, serta sering berpindah-pindah tempat, demikian yang diungkapkan Kasi Rehabilitasi Anak, Agus Suroto S.Sos MM, di kantornya Rabu (5/11).

Dia menajelaskan, Kota Lubuklinggau merupakan daerah terakhir tempat pemberhentian Kereta Api (KA) sehingga berpotensi menjadi persingahan anak terlantar tersebut. “Mereka datang ke Lubuklinggau menggunakan sarana KA. Kemungkinan mereka berasal dari Tebintinggi, Lahat, Muara Enim, Prabumulih atau Palembang,” ujarnya.

Masih kata Agus, musim-musin tertentu biasanya jumlahnya meningkat, seperti lebaran misalnya. Agus Menambhakan, sementara itu khusus anak-anak telantar yang sudah ditampung di panti asuhan, bukan lagi anak terlantar. Karena mereka sudah terurus oleh pihak Panti Asuhan, bahkan sudah dibina, juga mendapatkan pendidikan yang layak.

Agus juga menyindir, soal anak yang kepalanya berulat yang sempat dirawat di RS dr Sobirin, Rabu (5/11) kembali minggat dari rumah sakit, padahal sudah beberapa kali anak itu dibawa berobat. “Tadi pagi saya cek ke rumah sakit, ternyata ia sudah minggat lagi,” tandasnya.

Diakui Agus, pihaknya sampai saat ini belum bisa memastikan identitas dan dari mana asal anak itu, begitu juga dengan orang tuanya. “Memang ada informasi siapa orang tuanya, namun setelah dicek ternyata tidak benar,” jelasnya. (04)